DedemIT Kembangkan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDeKa)

posted in: Berita | 0

sideka

Ciamis (12/3). DedemIT mendapatkan kepercayaan dari Badan Prakarsa Desa dan Kawasan (BP2DK) untuk mengembangkan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDeKa) di Kabupaten Ciamis. Sistem Informasi desa dan kawasan (SIDeKa) dirancang untuk dapat dioperasikan dengan mudah di pedesaan dengan kebutuhan perangkat yang murah dan tersedia di pedesaan. Meskipun demikian, SIDeKa harus mampu memberikan data dasar yang diperlukan di pedesaan sehingga dapat dimanfaatkan untuk perbaikan pelayanan publik di pedesaan, pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat seperti kemiskinan, kondisi kesehatan masyarakat, mengetahui produk unggulan di suatu desa yang selanjutnya dapat diarahkan untuk mewujudkan one village one product, pemasaran produk unggulan desa. Selain itu, SIDeKa juga dapat dikembangkan untuk mitigasi dampak bencana (gempa bumi, banjir, gagal panen karena cuaca dan hama) dan antisipasinya, menyajikan data pertanian (data usaha tani, komoditas, pergiliran tanaman, lokasi lahan pertanian) misalnya untuk asuransi pertanian, data kehutanan dan jenis pengelolaannya (hutan rakyat, hutan produksi), data pesisir dan laut, data perikanan, data cuaca, data lahan dan sebagainya.

Dalam penerapannya, wilayah pedesaan di pedalaman akan berbeda dengan pedesaan di wilayah pantai. Wilayah pertanianpun akan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh, desa dengan komoditas utama tanaman pangan akan berbeda dengan desa di wilayah perkebunan. Oleh karena itu, beberapa fungsi dalam SIDeKa dapat diaktifkan dan di nonaktifkan sesuai dengan kondisi desa tersebut.

Agar mempunyai manfaat bagi pengembangan kawasan, maka diperlukan adanya penyajian data secara spasial dalam bentuk Sistem Informasi Geografis (Geographical Information Systems), seperti data lokasi pemukiman, data tempat tinggal keluarga miskin, data jaringan irigasi, data penggunaan lahan. Selanjutnya, untuk memperoleh data yang lebih komprehensif, data yang diperoleh harus dapat digabungkan dengan data yang lain, misalnya data jenis tanah, data kemampuan lahan, data penggunaan lahan (land use), data cuaca. Meskipun demikian, penyajian data spasial memerlukan keahlian tersendiri sehingga harus diintegrasikan dengan aparat di tingkat kabupaten. Dengan terkumpulnya data dari berbagai wilayah diharapkan dapat diperoleh data warehouse di tingkat propinsi (regional) dan nasional dan data tersebut selanjutnya dapat diolah lebih lanjut (data mining) oleh pengambil kebijakan, lembaga perencanaan, lembaga penelitian, maupun perguruan tinggi.

Prinsip-prinsip penyelenggaraan SIDeKa

    Penyelenggaran SIDeKa berdasarkan pada prinsip:

  1. Partisipatif (participatory approach)
  2. Dapat dipertanggungjawabkan (accountable)
  3. Transparan (transparent)
  4. Berbiaya murah dan berdampak luas (affordable/low cost/cost effective)
  5. Sederhana (simple)
  6. Menyeluruh (comprehensive)
  7. Berorientasi pada pengguna (user oriented)
  8. Mudah diatur (customized)
  9. Modular

SIDeKa diharapkan dapat digunakan untuk perencanaan tahunan desa (Renbangdes), membutan scenario perbaikan dan sumber data bagi masyarakat maupun pengambil keputusan (sumber  : bp2dk.id)

Leave a Reply