Dedemit Kenalkan Web Desa di Pangandaran

posted in: Berita | 0

bupati pangandaran expo musrenbang

Pada Expo Pembangunan MUSRENBANG Kabupaten Pangandaran  (3/3/2015) yang menampilkan program kerja semua SKPD. Komunitas DedemIT mendapatkan kesempatan untuk melakukan demo Sistem Informasi Desa (SID) melalui media website desa yang difasilitasi oleh Kabid Pemerintah Desa Subarnas (47).

Pada kesempatan kunjungan Ke stand,  Bupati Pangandaran  Enjang Affandi sangat antusias dan tertarik mendengarkan penjelasan dari Jajang (40) sebagai operator website dari Desa Karangjaladri kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. menurutnya “dengan adanya website desa maka desa bisa memberikan informasi baik berupa kegiatan maupun potensi yang ada   kepada masyarakat secara luas dan bagaimana pentingnya IT untuk tata kelola informasi  dan pembangunan desa melalui website desa“.

Pada kesempatan akhir kunjungan Bupati Pangandaran  Enjang Affandi memberikan dukungan penuh terhadap apa yang dilakukan desa Karangjaladri dan meminta semua desa di kabupaten Pangandaran harus segera mempunyai website desa.

bupati pangandaran expo musrenbang - dedemit demo

Pada kesempatan lain Komunitas DedemIT yang diwakili oleh Juniar (40) dan Dede Wahyu (30) memberikan penjelasan bahwa kedepan sedang dikembangkan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDeKa) dimana Sistem Informasi desa dan kawasan (SIDeKa) dirancang untuk dapat dioperasikan dengan mudah di pedesaan dengan kebutuhan perangkat yang murah dan tersedia di pedesaan. Meskipun demikian, SIDeKa harus mampu memberikan data dasar yang diperlukan di pedesaan sehingga dapat dimanfaatkan untuk perbaikan pelayanan publik di pedesaan, pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat seperti kemiskinan, kondisi kesehatan masyarakat, mengetahui produk unggulan di suatu desa yang selanjutnya dapat diarahkan untuk mewujudkan one village one product, pemasaran produk unggulan desa.

Selain itu, SIDeKa juga dapat dikembangkan untuk mitigasi dampak bencana (gempa bumi, banjir, gagal panen karena cuaca dan hama) dan antisipasinya, menyajikan data pertanian (data usaha tani, komoditas, pergiliran tanaman, lokasi lahan pertanian) misalnya untuk asuransi pertanian, data kehutanan dan jenis pengelolaannya (hutan rakyat, hutan produksi), data pesisir dan laut, data perikanan, data cuaca, data lahan dan sebagainya. Dalam penerapannya, wilayah pedesaan di pedalaman akan berbeda dengan pedesaan di wilayah pantai. Wilayah pertanianpun akan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh, desa dengan komoditas utama tanaman pangan akan berbeda dengan desa di wilayah perkebunan. Oleh karena itu, beberapa fungsi dalam SIDeKa dapat diaktifkan dan di nonaktifkan sesuai dengan kondisi desa tersebut.

Leave a Reply